Blog

Credibly reintermediate backend ideas for cross-platform models. Continually reintermediate integrated processes through technically sound intellectual capital.
8-Tips-Mencegah-Kanker-Payudara-yang-Dapat-Anda-Lakukan-Sedari-Dini.png
04/Okt/2022

Mengetahui cara mencegah kanker payudara adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Jika Anda mengira bahwa penyakit mematikan ini hanya dapat diderita oleh wanita, maka pemikiran tersebut adalah keliru.

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut 3 Cara Cek Kanker Payudara Sedari Dini

Faktanya, kanker payudara juga dapat diderita oleh laki-laki. Melansir situs Sehat Negeriku Kemenkes, data Globocan tahun 2020 menyatakan bahwa persentase kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 16,6% dari keseluruhan kasus kanker baru.

Jumlah angka dari persentase tersebut yaitu mencapai 68.858 kasus. Dengan data tersebut, kanker payudara berada di urutan pertama penyakit kanker terbanyak secara nasional serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak akibat kanker.

Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara

Mencegah kanker payudara sebenarnya sangat bisa dilakukan, salah satunya yaitu dengan deteksi ‘sadari’ (pemeriksaan payudara sendiri). Di samping itu, pencegahan juga harus diawali dengan mengenali faktor-faktor risikonya. Adapun faktor-faktor risiko yang bisa menjadi pemicu kanker payudara antara lain sebagai berikut:

Baca Juga: RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

1.        Faktor Hormonal

Hormon menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi seseorang terkena penyakit mematikan tersebut. Faktor hormonal ini membuat seorang wanita memiliki risiko terkena kanker payudara (Carcinoma mammae) lebih tinggi dibanding wanita lain pada umumnya.

Untuk mencegah kanker payudara, ketahui beberapa kondisi yang mengindikasikan adanya pengaruh risiko Carcinoma mammae akibat faktor hormonal berikut ini:

  • Menstruasi pertama terjadi pada usia sangat muda. Umumnya menstruasi pertama terjadi saat perempuan berusia 10 hingga 17 tahun.
  • Menopause terjadi saat berumur 50 tahun, artinya masa reproduksinya terbilang sangat panjang.
  • Wanita tidak mempunyai keturunan, ini berpotensi mengakibatkan hormon progesterone dalam tubuh tidak seimbang.
  • Wanita tidak menyusui walaupun melahirkan.

2.        Faktor Eksternal

Dalam keadaan hormon seimbang sekalipun, wanita bisa berisiko terkena Carcinoma mammae akibat pengaruh faktor eksternal lainnya, seperti:

  • Obesitas, maka salah satu cara mencegah kanker payudara yaitu menghindari kegemukan.
  • Konsumsi obat-obatan hormonal yang berlebihan, termasuk di antaranya yaitu pil KB.
  • Terkena paparan radiasi
  • Papasan zat karsinogenik
  • Konsumsi alkohol
  • Gaya hidup dan pola makan tidak sehat
  • Kebiasaan buruk seperti merokok
  • Malas bergerak
  • Perubahan pola tidur
  • Terapi hormon
  • Memakai cat rambut permanen

Baca Juga: Terapi Kanker Lebih Mudah dan Nyaman dengan Pemasangan Chemoport

3.        Faktor Genetik

Faktor genetik menyumbangkan andil sebesar 5-10% atas potensi terkena penyakit mematikan tersebut. Meski begitu, ada juga penderita yang tidak memiliki riwayat keturunan kanker. Artinya, ini bukanlah satu-satunya faktor risiko.

4.        Faktor Kehamilan

Wanita yang pernah hamil serta menyusui memiliki risiko Carcinoma mammae lebih rendah. Sebaliknya, wanita yang belum pernah hamil, tidak menyusui, serta masa kehamilan pertama saat berusia 30 tahun atau lebih, memiliki risiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Agar Anda terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, ketahui beberapa tips pencegahan berikut ini:

1.        Jaga Berat Badan Ideal

Tips pertama, sebaiknya Anda menghindari obesitas dan menjaga berat badan tetap ideal. Hal ini karena wanita yang kondisinya obesitas berisiko 20-40% lebih tinggi dibanding wanita yang berat badannya ideal.

2.        Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Cara mencegah kanker payudara berikutnya yaitu mengkonsumsi asupan nutrisi seimbang meliputi sayuran, buah, serta kacang-kacangan. Bahkan, bagi orang yang sudah divonis menderita kanker tersebut, konsumsi makanan sehat bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

3.        Berolahraga dengan Rutin

Melakukan aktivitas fisik bisa menurunkan resiko terkena Carcinoma mammae. Sebaliknya, malas bergerak justru meningkatkan risiko. Lakukan olahraga secara rutin selama 2,5 jam per minggu dengan intensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda.

Baca Juga: Pelajari Cara Kerja Kemoterapi RSM Oncology

4.        Hentikan Kebiasaan Merokok

Orang yang sudah berhenti merokok memiliki resiko mengalami breast cancer sebesar 6-9% lebih tinggi dibanding non perokok sama sekali. Risikonya bertambah jadi 7-13% apabila masih menjadi perokok aktif.

5.        Batasi Konsumsi Alkohol

Minum alkohol termasuk kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kesehatan sendiri. Untuk mencegah kanker payudara, batasi jumlah konsumsi alkohol Anda. Konsumsi alkohol satu gelas per hari memiliki risiko terkena kanker payudara 7-12% lebih tinggi.

Persentase tersebut akan meningkat apabila jumlah alkohol yang dikonsumsi lebih dari satu gelas per hari. Perlu Anda pahami, mengkonsumsi minuman beralkohol dapat memicu perubahan hormon dalam tubuh.

6.        Menyusui Bayi

Tahukah Anda, ternyata menyusui bayi bisa membantu menurunkan risiko terkena breast cancer sampai 16%? Belum diketahui secara pasti mengapa menyusui bisa menjadi upaya pencegahan kanker payudara yang efektif.

Hal ini diduga karena memberikan ASI langsung dapat memicu hormon lebih seimbang, menghindari kerusakan sel payudara, serta mencegah terpapar dari zat pemicu kanker.

7.        Batasi Terapi Hormon

Cara mencegah kanker payudara berikutnya yaitu membatasi pemakaian terapi hormon. Terapi hormon estrogen serta progesterone biasanya bersifat jangka panjang dan dapat meningkatkan risiko terkena breast cancer.

8.        Hindari Paparan Radiasi

Usahakan agar tetap menjaga diri dari paparan radiasi. Perlu Anda ketahui bahwa pengobatan dengan terapi radiasi pada wanita berusia kurang dari 30 tahun meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Baca Juga: RSM Oncology untuk Deteksi Dini Kanker


Waspada-Berikut-8-Penyebab-Kanker-Paru-paru-Selain-Merokok.jpg
30/Agu/2022

Selama ini selalu dikaitkan dengan aktivitas merokok yang dinilai negatif. Bahkan produk rokok terdapat peringatan mengenai risiko tersebut. Pada kenyataannya, bukan hanya perokok aktif saja yang memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru. Berikut adalah penjelasan kanker paru-paru dan penyebabnya selain dari merokok.

Baca juga : RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

Apa Itu Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru adalah gangguan kesehatan yang berasal dari menurunnya fungsi organ tersebut karena adanya pertumbuhan jaringan tidak normal.. Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berikut adalah jenis-jenis dari kanker paru-paru.

  1. KPKSK (Kanker paru-paru karsinoma sel kecil)

Ukuran selnya kecil-kecil menyebar dalam jumlah banyak dan luas. Tipe ini jarang dijumpai, hanya sekitar 10-15% saja orang yang mengidapnya. Hanya ditemukan pada perokok aktif baik pria maupun wanita.

  1. KPKBSK (Kanker Paru-paru Karsinoma Bukan Sel Kecil)

Kebalikan dari KPKBSK, tipe ini muncul dari penyebab kanker paru paru selain merokok. Kasusnya cukup tinggi dengan angka persentase 85-90%. Ukurannya besar, pertumbuhannya cepat, menyebar luas, pengobatan lebih sulit dilakukan. Terdapat 3 subtipe pada penyakit jenis KPKBSK, yaitu sel skuamosa karsinoma, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar. Subtipe adenokarsinoma lebih banyak dialami orang usia muda dan perempuan yang merupakan non-perokok.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai sebagai Gejala

Tanda-tanda penyakit wajib diketahui untuk menentukan penyebab kanker paru paru selain merokok. Anda harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila mengalami tanda seperti berikut ini.

  1. Sesak nafas

Tanda awal paling sering diidentikkan dengan gangguan fungsi paru-paru. Tanda ini masih umum sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memastikannya Anda perlu datang langsung ke laboratorium atau rumah sakit.

  1. Batuk membandel

Batuk yang tidak kunjung sembuh dan cenderung memburuk saat malam hari merupakan tanda awal kanker paru. Baik batuk kering maupun berdahak dalam waktu lama hingga menyebabkan suara serak perlu diwaspadai.

  1. Penurunan berat badan secara drastis

Munculnya sel abnormal berpengaruh pada metabolisme. Kalori akan cepat terserap habis digunakan tubuh untuk melawannya sehingga menyebabkan berat badan penderita turun drastis yang disebut Cachexia (Kaheksia).

  1. Cepat lelah dan lemas

Aktivitas sel abnormal di dalam tubuh sangat memakan energi, sehingga menyebabkan cepat lelah dan lemas yang disebut dengan malaise. Kondisi ini umumnya diiringi dengan Kaheksia, komplikasi kanker yang menyebabkan berat badan pasien turun sangat drastis.

  1. Nyeri dada

Nyeri dada juga menjadi indikasi kanker paru-paru. Gangguan ini diakibatkan tekanan dari tumor yang membesar dan terasa saat tertawa, batuk, dan aktivitas berat.

  1. Infeksi berulang

Tanda lainnya yang cukup identik adalah mengalami infeksi berulang seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bronchitis, atau pneumonia. Hal ini dipengaruhi sistem imun yang menurun sehingga bakteri cepat masuk dan berkembang.

8 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

  1. Terpapar Gas Radon

Radon adalah gas radioaktif yang diproduksi secara alami ketika uranium, thorium, dan radium terurai di tanah, bebatuan, serta air. Radon sangat berbahaya karena tidak berbau, tidak berwarna, dan dapat masuk ke dalam tanah, berdifusi ke udara. Rumah terisolasi, minim ventilasi, area tanah kaya uranium, radium, thorium berisiko tinggi untuk terekspos dengan gas ini.

  1. Terpapar Asap Rokok atau Menjadi Perokok Pasif

Menjadi perokok pasif berarti tidak melakukan aktifitas merokok secara langsung namun terpapar asap secara terus-menerus. Baik asap langsung maupun aroma yang tertinggal di baju atau rambut tetap berbahaya.

  1. Paparan Asbes

Pekerja bangunan paling berisiko menghirup partikel halus dari bahan asbes. Jika terjadi dalam jangka panjang dapat muncul gejala gangguan sistem pernafasan hingga risiko kanker paru-paru.

  1. Polusi udara

Polusi udara dari asap kendaraan, pembakaran, membawa partikel kotor yang dapat mengendap dalam organ pernapasan. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan mengganggu kesehatan.

  1. Paparan Radiasi di Dada

Radiasi yang dihasilkan dari treatment kesehatan seperti pada kanker payudara atau limfoma hodgkins berisiko mutasi sel. Sel penyebab kanker paru-paru selain merokok tersebut dapat tumbuh abnormal dan menjadi tumor atau kanker.

  1. Riwayat Keluarga

Merupakan faktor penyebab paling tinggi. Apabila anggota keluarga memiliki riwayat kanker sebaiknya Anda melakukan skrining secara berkala sehingga kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang sama segera diantisipasi.

  1. Efek Samping Asap saat Memasak

Memasak menggunakan tungku dan asap terlalu pekat dapat membahayakan kesehatan. Meski saat ini sudah digunakan alat masak lebih ramah, namun pada cara masak tertentu tetap terdapat risiko, terutama pada bahan makanan yang menimbulkan asap.

  1. Terpapar Zat Karsinogen di Tempat Kerja

Karsinogen merupakan zat penyebab kanker. Jika Anda bekerja pada bidang yang erat berhubungan dengan zat-zat berbahaya seperti knalpot diesel, arsenic, asbes maka sebaiknya melakukan medical check up rutin.

Baca juga : Mengenal Gejala Kanker Kulit: Jenis, Penyebab & Cara Mengobati

Sebagai langkah antisipasi kanker paru-paru, Anda bisa melakukan pemeriksaan berkala di RSU Bunda Padang, RSU Bunda Margonda, serta RSU Bunda Jakarta. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 


service-kemoterapi-oncologyweb-1500x997-1-1200x798.jpg
16/Agu/2022

Nutrisi Seimbang Pada Penyitas Kanker – Kanker tak begitu saja hadir tanpa sebab, istilah lain dari kanker adalah NEOPLASIA, yaitu adanya pertumbuhan baru. Neoplasia terjadi apabila sel-sel di dalam jaringan atau organ berkembang secara tidak terkendali sebagaimana yang seharusnya terjadi pada pertumbuhan normal. Penyebab terjadinya Neoplasia secara pasti masih sulit untuk dibuktikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara gizi dan kanker.

Baca juga : Bunda Oncology Clinic, Wujudkan Harapan Baru untuk Survival Cancer

Selain terapi medis, terapi nutrisi yang tepat dan lingkungan yang mendukung diharapkan dapat menunjang keberhasilan terapi pengobatan penderita kanker. Nutrisi yang masuk secara seimbang dapat menghambat kemungkinan terjadinya penurunan berat badan dan infeksi lebih lanjut. Masalah gizi yang dihadapi penderita kanker pada umumnya adalah sulitnya menerima makanan. Akibat adanya kanker dalam tubuh dan efek dari terapi pengobatan membuat penderita kanker mengalami berbagai problem nutrisi bila tidak segera diatasi dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai efek nutrisi yang dapat menunjang terjadinya kanker, efek pengobatan kanker terhadap masukan nutrisi, problem nutrisi yang timbul akibat terapi pengobatan, serta terapi diet yang perlu dilakukan.

  1. Efek nutrisi yang dapat menunjang terjadinya kanker : Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyebab terjadinya kanker adalah Lemak. Lemak sebenarnya komponen nutrisi yang diperlukan tubuh dan memiliki banyak manfaat. Tetapi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans terlalu sering dan jumlah banyak maka akan mengganggu Kesehatan termasuk diantaranya akan memicu sel kanker. Selain itu, kekurangan zat gizi mikro dalam waktu lama juga dapat memicu peningkatan risiko kanker. Karena beberapa zat gizi mikro berguna untuk menangkal radikal bebas termasuk melindungi sel dari proses keganasan.
  2. Efek pengobatan/ problem nutrisi yang timbul  kanker terhadap masukan nutrisi : Pengobatan yang dilakukan pada penderita kanker umumnya adalah melalui terapi radiasi, operasi, dan kemoterapi. Proses terapi pada kanker dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang berefek mengganggu asupan makan. Selain itu proses yang terjadi dalam tubuh seorang penderita kanker juga menyebabkan risiko kekurangan zat-zat gizi. Pada pasien kanker dalam kurun waktu tertentu akan mengalami penurunan status gizi atau akan mengalami kanker kaheksia,yang mana pasien menjadi sangat kurus, lemah, dan kurang gizi.
  3. Terapi makanan yang penting diberikan bagi pasien kanker untuk membantu penyerapan nutrisi makanan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien selama menjalani pengobatan:

KARBOHIDRAT

Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh penderita kanker karena dapat memberikan energi yang diperlukan tubuh selama pengobatanKArbohidrat yang baik dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras merah, produk sereal, kacang kering, kacang polong, dan lentil.

PROTEIN

Asam amino yang terkandung dalam protein berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Protein juga membantu tubuh untuk membuat sel, hormon, dan enzim.  Beberapa makanan yang mengandung protein seperti putih telur, daging tanpa lemak, ikan, susu, tahu, tempe dan yogurt dapat mengganti dan memperbaiki sel tubuh yang rusak karena penggerogotan sel kanker maupoun menjaga sel sehat dan juga system imun.

AIR

Sebagai komponen penting dalam tubuh, air dan cairan berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, menyalurkan nutrisi ke bagian tubuh yang membutuhkan, dan membantu mengeluarkan kotoran. Air merupakan pilihan terbaik untuk membantu tubuh dalam mempertahankan jumlah cairan yang memadai. Jika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup selama pengobatan kanker, pasien kanker akan mengalami dehidrasi, apalagi jika disertai dengan muntah dan diare. Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi serta jenis cairan dan minuman seperti apa yang boleh dikonsumsi selama pengobatan.

VITAMIN

Sebagai senyawa kimia alami yang penting untuk kesehatan, vitamin membantu tubuh menciptakan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga sistem imun tubuh, serta menjaga kekuatan tulang, mata, kulit, kuku, dan rambut. Sumber utama vitamin dapat ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti buah dan sayuran.

MINERAL

Tubuh membutuhkan mineral untuk membantu metabolisme karbohidrat dan  lemak hingga menjadi energi. Selain itu, mineral bersama vitamin juga berfungsi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Asupan mineral didapatkan dari jenis makanan nabati dan hewani, antara lain seperti makanan mengandung kalsium, sayur-sayuran seperti brokoli, makanan laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Baca juga : Pengobatan Kanker Berkelanjutan Membutuhkan Wadah Tepat

Selama pengobatan kanker, umumnya pasien akan kehilangan berat badan dan mengalami kondisi seperti mual, hilang nafsu makan, dan lain-lain. Konsultasikan dan mintalah rujukan pada dokter Anda serta dokter spesialis gizi klinik untuk membantu Anda membuat rencana pola makan terbaik untuk menunjang kebutuhan Anda dan/atau orang terkasih selama menjalani pengobatan kanker.


Wajib-Tahu-Berikut-3-Cara-Cek-Kanker-Payudara-Sedari-Dini.jpg
02/Agu/2022

Setiap orang perlu tahu cara cek kanker payudara dengan benar. Meski jarang, pria juga dapat mengalami kanker payudara, dan penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi wanita selain kanker serviks. Kanker payudara terjadi akibat sel-sel jaringan pada organ tersebut tumbuh cepat tanpa kendali, merusak jaringan sehat di sekitarnya. Kanker payudara terbentuk di area lobulus atau kelenjar susu, saluran yang membawa susu (ductus). Pemeriksaan rutin sebagai deteksi dini bisa dilakukan mulai usia 20 tahun. Untuk usia 40-49 tahun dianjurkan melakukan Mammografi 1 tahun sekali dan usia 50-59 setiap 1-2 kali dalam setahun sebab risikonya yang lebih tinggi.

Baca juga : Apa Itu Kanker Endometrium: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Cara Cek Kanker Payudara secara Mandiri

Sebenarnya panduan pengecekannya cukup mudah, dapat dilakukan secara mandiri tanpa biaya atau peralatan khusus. Terdapat 3 cara yang dapat dilakukan di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Berikut penjelasannya lebih lanjut:

  1. Cek Kanker Payudara di Depan Cermin

Berdiri di depan cermin pada posisi tangan lurus ke bawah. Perhatikan bentuk, permukaan kulit, ukuran serta bentuk puting untuk mencari perbedaan yang ada. Lanjutkan dengan melihat dari sisi bagian samping. Kemudian bungkukkan tubuh Anda dan raba payudara Anda untuk mencari bentuk yang menonjol, membentuk bulatan, dan sebagainya. Perhatikan juga apa terdapat cairan yang keluar dari puting, baik saat ditekan maupun tidak.

  1. Deteksi Kanker Payudara Saat mandi

Cara cek kanker payudara juga dapat dilakukan saat mandi. Angkat satu tangan ke arah belakang kepala, kemudian tangan satu lagi meraba bagian demi bagian terutama keluar menuju arah ketiak Anda. Rasakan dengan seksama apakah terdapat benjolan atau bagian yang terasa keras. Ulangi langkah serupa untuk bagian satu lagi.

  1. Periksa Payudara Saat Berbaring

Posisi berbaring memungkinkan payudara mendatar sehingga lebih leluasa ketika memeriksa. Lumuri telapak tangan dan jari dengan krim atau gel tubuh agar licin sehingga lebih mudah untuk menelusuri permukaan kulit Anda. Angkat tangan kanan ke belakang kepala dan mulai dengan jari tangan kiri Anda di area paling luar payudara dengan gerakan memutar searah jarum jam. Pindahkan jari ke area agak dalam ulangi gerakan serupa secara perlahan. Lakukan perabaan hingga ke area areola atau dekat puting. Setelah selesai, lakukan pada bagian berikutnya. Perabaan dilakukan dengan pelan agar dapat merasakan jika ada benjolan kecil atau tidak.

Perubahan Pada Payudara yang Wajib Diwaspadai

Pemeriksaan secara mandiri dapat dilakukan kapan saja setiap waktu, namun akan lebih efektif dalam kurun 7 hingga 10 hari setelah menstruasi selesai karena bentuk tubuh dapat dipengaruhi oleh hormon. Faktor usia, pola makan, dan olahraga dapat menjadi penyebab adanya perubahan pada tubuh. Selain melakukan pemeriksaan secara mandiri dengan perabaan dan pengamatan terdapat perubahan yang perlu Anda waspadai.

Berikut diantaranya:

  1. Salah satu cara cek kanker payudara paling mudah diamati adalah ada atau tidaknya benjolan. Umumnya tidak terasa sakit dan ukurannya kecil kurang dari 2 cm.
  2. Perubahan warna, muncul kemerahan seperti iritasi, penebalan, atau tekstur menyerupai kulit jeruk. Perubahan ini sering dianggap karena infeksi, namun bisa jadi indikasi penyakit yang lebih berat.
  3. Puting nyeri, namun tidak selalu dirasakan terutama saat tidak ada sentuhan. Keluar cairan tidak normal atau bentuknya seperti masuk ke bagian dalam. Ini merupakan gejala kanker stadium 1 yang harus segera diatasi.
  4. Tumbuh benjolan di area bawah ketiak. Jaringan payudara bentuknya melebar, melalui kelenjar getah bening sel kanker dapat menyebar ke area bawah ketiak ditandai dengan terbentuknya benjolan.

Apa yang Harus Dilakukan Apabila Mengalami Gejala di atas

Setelah mengetahui cara cek kanker payudara secara mandiri serta mengenali cirinya, Anda dapat melakukan langkah penanganan paling tepat sebelum bertambah parah hingga sulit disembuhkan. Konsultasikan perubahan sekecil apapun yang ditemui ketika melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) kepada dokter spesialis terdekat di kota Anda. Skrining melalui sesi wawancara untuk mengetahui apakah terdapat riwayat secara genetis. Selanjutnya dokter akan memeriksa fisik secara menyeluruh untuk memastikan apakah benar merupakan gejala awal kanker. Anda akan mendapatkan terapi setelah dinyatakan positif untuk menekan pertumbuhan sel penyebab kanker.

Baca juga : Pencegahan Kanker Serviks yang Perlu Bunda Ketahui

Kanker dalam bentuk apapun, merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya dan cukup fatal. Bila Anda tidak yakin dengan cara cek kanker payudara Anda sendiri, reservasikan diri Anda di RSU Bunda Jakarta untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih valid. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group.

 


Apa-itu-Kanker-Tiroid-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg
15/Mar/2022

Jika Anda bertanya mengenai apa itu kanker tiroid maka, jawabannya adalah adanya pertumbuhan sel tidak wajar pada kelenjar tiroid yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh manusia dan akhirnya akan membentuk tumor. Kelenjar tiroid mengatur metabolisme melalui hormon triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Bila terdapat masalah di sistem ini, maka metabolisme tubuh juga akan terganggu dan menyebabkan masalah besar bagi kesehatan manusia.

Baca juga : RSU Bunda Jakarta Mendukung Komunitas CISC untuk Penderita Kanker Prostat

7 Gejala Kanker Tiroid untuk Identifikasi Awal

Salah satu cara mengenali kankernya adalah dengan melakukan identifikasi awal di unit medis profesional seperti RSM Oncology. Terdapat 7 gejala yang dapat Anda gunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasikan tiroid, yakni:

  1. Benjolan di Leher

Gejala berbentuk biasanya cenderung wajar, karena dari orang yang benjol 5% yang kemungkinan besar mengalami kankernya. Benjolan ini juga tidak terasa sakit.

  1. Suara Menjadi Serak

Suara serak juga bisa menjadi salah satu indikator, terlebih apabila sudah lebih dari 3 minggu tanpa mengalami tanda membaik.

  1. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan apabila tidak kunjung sembuh, terlebih berkembang menjadi sulit untuk makan, baiknya segera diperiksakan karena sudah termasuk tanda adanya kanker tiroid.

  1. Sakit Leher

Jika leher Anda mengalami sakit berkepanjangan, segera periksakan dengan menyeluruh.

  1. Kesulitan Menelan

Tiroidnya berperan dalam meningkatkan laju metabolisme tanah dengan mensekresikan hormon. Apabila hormon tidak diaplikasikan, maka metabolismenya jadi terhambat, begitu juga dengan kemampuan menelannya.

  1. Kesulitan bernafas

Sesak nafas adalah kondisi yang biasanya muncul karena obesitas, aktivitas olahraga, dan sebagainya. Jika Anda tidak sedang menjalani kondisi-kondisi tersebut namun merasa sesak, ada baiknya segera memeriksakan diri.

  1. Batuk Tanpa Flu

Batuk identik dengan flu atau demam, batuk tanpa flu menjadi petunjuk besar bahwa ada masalah pada saluran pernafasan atau leher.

Penyebab Terjadinya Kanker Tiroid yang Harus Diketahui

Ada banyak sekali dugaan mengenai penyebab mengapa sel kanker ini bisa muncul, salah satu dugaan terkuat adalah selnya mengalami mutasi, sehingga pertumbuhannya lebih cepat daripada sel sekitarnya. Berikut adalah sejumlah faktor risikonya:

  • Memiliki riwayat paparan radiasi merupakan salah satu faktor risiko pertama. Radiasi adalah salah satu sumber bagaimana sebuah sel akhirnya berkembang serta bermutasi menjadi bentuk baru.
  • Keluarga memiliki riwayat penyakit kanker tiroid. Sama seperti jenis kanker lainnya, cenderung secara genetik memiliki potensi untuk mengalami hal yang sama sehingga apabila keluarga memilikinya, Anda perlu segera perhatikan kesehatan.
  • Ada kelainan genetik tertentu seperti sindrom cowden, ditandai oleh tumor jinak, kulit berlebih, dan ukuran benjolan yang cukup besar, dapat menjadi salah satu faktor risiko bagaimana sebuah sel akhirnya bermutasi serta membentuk tumor yang berbahaya bagi tubuh.
  • Wanita lebih rentan terhadap kanker tiroid.
  • Memiliki kondisi medis tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab berkembangnya sel kanker tumbuh secara tidak wajar. Beberapa kondisi tersebut seperti obesitas dan akromegali.

Pengobatan yang Sering Dilakukan

Kanker merupakan salah satu hal yang harus segera ditangani, karena apabila tidak, bisa menyebar ke sel-sel di sekitarnya. Ada beberapa langkah pengobatan yang dilakukan dokter sesuai dengan tingkat atau stadiumnya, beberapa di antaranya adalah:

  1. Operasi Tiroidektomi

Operasi ini pada dasarnya adalah mengangkat kelenjar tiroidnya, bisa mengangkat sebagian atau mengangkat keseluruhan, bergantung tingkat keparahan yang dialami oleh kelenjarnya. Dokter akan mempertimbangkan bagaimana cara perawatan terbaik untuk pasien ketika berkaitan dengan operasi, dan salah satu hal yang harus dilakukan sebelumnya adalah pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat apakah sel kankernya juga sudah menyebar ke berbagai organ tubuh atau tidak.

  1. Terapi Pengganti Hormon

Terapi hormon adalah pemberian hormon tiroid secara rutin. Fungsi tiroidnya sudah tidak ada lagi, karena sudah dilepas secara total. Dengan terapi ini, Anda harus mengkonsumsi hormonnya seumur hidup, agar fungsi-fungsi tubuh bisa berjalan optimal. Selain mengonsumsi hormon secara rutin harus juga memeriksakan kondisi darahnya, hal ini untuk mengetahui apakah terjadi keseimbangan kandungan dalam darah. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengatur seberapa besar dosis pemberian hormonnya.

Baca juga : Gejala Kanker Kolorektal (Usus Besar: Kolon dan Rektum)

Kanker tiroid merupakan salah satu yang harus dilawan segera sebelum menjadi lebih parah. Reservasikan pemeriksaan diri Anda ke RSM Oncology di RSU Bunda Jakarta sebagai tindak preventatif. Anda dapat mengetahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar untuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan Anda. Laman informasi kami juga menyediakan layanan-layanan kesehatan lainnya untuk keluhan-keluhan kesehatan lainnya.

 


Gejala-Kanker-Kolorektal-Usus-Besar-Kolon-dan-Rektum.jpg
01/Mar/2022

Kanker kolorektal sangat umum terjadi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari rentang usia mudah hingga tua. Risiko semakin tinggi untuk orang dengan usia mulai dari 50 tahun. Berdasarkan data Globocan (Data dari Global Burden of Cancer) tahun 2018, kanker kolorektal menempati peringkat keenam di Indonesia dan menyebabkan kematian cukup tinggi, yakni 9.207 kematian akibat kanker usus dan 6.827 kematian akibat kanker rektum.

Artinya banyak orang yang sebetulnya mengidap penyakit ini. Siapa saja bisa mengalami, sehingga penting untuk mengetahui karakteristik serta gejalanya.

Baca juga : Waspada! Berikut 8 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

Apa Itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal adalah penyakit kanker akibat pertumbuhan dan perkembangan sel-sel abnormal yang terjadi di area colon dan rectum. Baik di area kolon (usus besar) saja, menyebar ke rektum, atau sebaliknya.

Rektum adalah penyimpanan feses sebelum dibuang, sedangkan kolon adalah bagian paling panjang dari usus besar. Perubahan yang terjadi pada salah satu atau keduanya bisa jadi gejala kanker kolorektal, dibedakan dalam beberapa jenis:

  • Adenokarsinoma, menyerang sel penghasil lendir pada anus dan kolon.
  • Tumor karsinoid, menyerang bagian yang memproduksi hormon.
  • Tumor stroma gastrointestinal, menyerang jaringan dinding kolon.
  • Limfoma, menyerang kelenjar getah bening.
  • Sarkoma, menyerang pembuluh darah, jaringan otot serta jaringan ikat.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai Sebagai Gejala

Tanda atau gejala kanker kolorektal di awal kemunculannya (stadium awal) tidak signifikan. Gejala tidak memunculkan gangguan berarti pada penderita dan menyebabkan seringnya penyakit ini tidak terdeteksi. Oleh karena itu, banyak penderita yang merasakan gejala setelah memasuki stadium lanjut. Gejala setiap penderita bisa berbeda, tergantung dimana lokasi kanker karena kanker pada kolon dan rektum akan menunjukkan keluhan masing-masing.

  1. Diare atau Sembelit

Bisa salah satu atau keduanya secara bergantian. Gejala kanker kolorektal ini bisa terjadi terus-menerus pada penderita. Akibat jangka pendeknya adalah kekurangan cairan sebab terlalu sering buang air.

  1. Perdarahan Anus

Jika Anda menemukan terdapat darah pada feses, bisa jadi berasal dari anus. Kondisi ini merupakan indikasi kuat adanya gangguan kesehatan pada colon dan rectum.

  1. Nyeri Perut

Perut terasa nyeri dalam intensitas sering serta rasa sakit yang terasa seperti ditusuk dengan jarum. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja menandakan aktivitas perkembangan sel yang agresif.

  1. Mudah Kenyang

Perut seolah selalu dalam keadaan penuh seperti sehabis makan besar. Pasien akan merasa lebih cepat kenyang padahal baru makan sedikit atau hanya minum saja.

  1. Lemah

Gejala kanker kolorektal satu ini cukup umum pada penderita. Sebab sel abnormal yang terus berkembang menggunakan energi dalam tubuh dalam aktivitasnya sSehingga habis sebelum digunakan untuk pergerakan pasien.

  1. Berat Badan Turun Secara Signifikan

Berat badan turun dalam waktu singkat dan tidak wajar. Gejala ini paling sering juga ditemui pada penderita kanker lain yang menandakan penyakit sudah semakin parah.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Penyebab penyakit belum terdeteksi dengan jelas. Hanya dapat diketahui dari perubahan materi genetik atau mutasi sel. Perubahan tersebut terjadi pada sel-sel yang awalnya dalam kondisi sehat.

Pada sel normal terjadi pembelahan saat proses memperbanyak diri, namun pada sel abnormal proses ini terjadi akibat adanya mutasi. Pertambahan sel terus terjadi dan menumpuk, sehingga semakin membesar menjadi tumor.

Beberapa Jenis Pilihan Penanganannya

Gejala kanker kolorektal harus diwaspadai dengan segera melakukan tindakan medis mulai dari pemeriksaan di laboratorium atau rumah sakit.

  1. Operasi Kanker Berukuran Kecil

Disebut juga dengan polipektomi atau pengangkatan polip. Dilakukan saat ukuran polip atau benjolan yang merupakan sel kanker masih kecil. Pengangkatan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan menggunakan kamera (kolonoskopi).

  1. Operasi Kanker Berukuran Besar

Dilakukan pembedahan untuk mengangkat kolon yang terdapat sel kanker disebut dengan lobektomi parsial. Bagian yang sehat kemudian akan disambung kembali. Alternatifnya adalah kolostomi, yaitu melubangi perut untuk jalan keluar feses.

  1. Terapi

Dilakukan setelah dilakukan operasi baik kecil maupun besar. Tujuannya untuk memantau perkembangan sel abnormal guna memastikannya sudah mati sekaligus memulihkan kondisi pasien.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu terapi yang digunakan setelah operasi. Caranya dengan memberikan obat yang berfungsi menghancurkan sel-sel abnormal. Metode pemberian obat yang umum diaplikasikan adalah metode injeksi atau melalui infus.

Radioterapi

Menggunakan radiasi sinar X dan elektron positif untuk melemahkan sel abnormal pada usus besar sebelum dilakukan pengangkatan, namun sering juga diterapkan pasca operasi bersamaan dengan prosedur kemoterapi.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah terapi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien sehingga mampu melawan perkembangan sel-sel abnormal dari dalam. Dilakukan dengan pemberian obat-obatan serta vitamin.

Baca juga : RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

Pengobatan dimulai dari skrining kanker untuk mendeteksi gejala awal yang mungkin tidak Anda rasakan. Untuk mendapatkan layanan tersebut, Anda bisa reservasi terlebih dahulu di RSM Oncology RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 


Mengenal-Gejala-Kanker-Kulit-Jenis-Penyebab-Cara-Mengobati.jpg
08/Feb/2022

Kanker kulit menyebabkan degenerasi atau penurunan kemampuan kulit untuk memperbaiki diri dan akan menjadi fatal jika tidak segera menerima penanganan. Jika sudah terdeteksi sejak dini maka pengobatan lebih mudah serta dapat berdampak maksimal. Untuk itu Anda harus tahu seperti apa gejala kanker kulit.

Baca juga : Wajib Tahu! Berikut 3 Cara Cek Kanker Payudara Sedari Dini

Kanker Kulit dan Gejalanya

Kanker kulit adalah kondisi abnormal yang terjadi pada jaringan kulit. Orang yang sering terpapar matahari memiliki risiko terbesar. Radiasi Ultraviolet dari matahari merusak sel dan menyebabkan mutasi genetik. Untuk gejalanya sendiri sangat bervariasi, mulai dari timbul benjolan pada kulit, bercak atau tahi lalat dengan ukuran yang tidak biasa, hingga rasa gatal pada kulit.

5 Jenis Kanker Kulit dan Gejalanya

Gejala kanker kulit menandakan tipe serta penyebabnya, Anda harus mengetahuinya untuk langkah pencegahan. Berikut adalah 5 jenis penyakit yang terdeteksi berdasarkan gejala dan tingkat bahayanya bagi penderita.

  1. Karsinoma Sel Basal

Pertumbuhan abnormal jaringan terjadi di bagian paling dalam lapisan terluar tubuh manusia. Lapisan terluar ini adalah epidermis. Tandanya adalah kemunculan benjolan pada kulit namun tidak menyebar.

  1. Karsinoma Sel Skuamosa

Sel yang tumbuh abnormal di bagian tengah dan paling luar dari epidermis. Paling banyak ditemui pada bagian tubuh yang sering terekspos seperti area muka, bibir, telinga, leher, tangan, serta kaki.

  1. Melanoma

Gejala kondisi termasuk munculnya tahi lalat yang mudah menyebar ke organ lain. Termasuk paling ganas sebab langsung menyerang pada melanosit (jaringan penghasil pigmen melanin).

  1. Actinic Keratosis

Disebut juga Solar Keratosis. Kondisi ini berasal dari kerusakan DNA oleh UVB yang memiliki panjang gelombang pendek. Rentan diderita orang yang sudah mengalami penuaan. Kanker kulit ini ditandai dengan kondisi bersisik, kering, serta kasar.

  1. Karsinoma Sel Merkel

Termasuk penyakit langka dan paling berbahaya. Kondisi ini memiliki gejala kemunculan bintik atau benjolan berwarna merah, atau merah muda mengkilap yang tidak menimbulkan nyeri. Pertumbuhannya cepat dan dapat muncul di bagian mana saja.

Penyebab Kanker Kulit

Kanker kulit disebabkan oleh berbagai kondisi yang dikategorikan dalam faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor tersebut dapat mengidentifikasi secara spesifik tipe penyakit serta cara pengobatannya, berikut penjelasannya.

  1. Faktor Internal

  • Riwayat Kanker Kulit

Faktor genetik merupakan penyebab paling besar karena orang dengan memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker kulit berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Pada orang yang pernah mengalaminya, terdapat juga risiko kembali muncul penyakit tersebut.

  • Warna Kulit

Pemilik kulit putih lebih rentan terhadap risiko kanker. Melanin adalah pigmen atau zat pelindung, juga warna alami yang memberi warna pada mata, rambut, dan kulit seseorang yang menurun dari satu orang ke tiap keturunannya secara genetik. Semakin sedikit jumlah melanin dalam tubuh seseorang, semakin cerah warna tubuh, rambut, dan kulit orang tersebut. Semakin sedikit jumlah melanin pada sesorang, semakin mudah sel pada epidermis untuk rusak.

  • Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh mempengaruhi tingkat kerusakan lapisan epidermis, sehingga penderita HIV/AIDS paling berisiko untuk mengalami kanker ini.

  • Tahi Lalat

Banyak terdapat tahi lalat pada wajah, tangan, kaki? Hati-hati bisa jadi itu adalah kanker yang sedang berkembang. Jika jumlah dan ukurannya bertambah, segera periksakan diri.

  1. Faktor Eksternal

Selain faktor internal yang berasal dari dalam tubuh dan genetik, terdapat faktor eksternal. Pengaruh dari luar yang menimbulkan gejala kanker kulit. Berikut faktor eksternal yang wajib Anda perhatikan.

  • Terlalu Sering Terekspos Matahari

Jika Anda tinggal inggal di dataran tinggi atau wilayah tropis, Anda wajib mengenakan tabir surya setiap keluar rumah. Jika kulit selalu terekspos matahari langsung dalam waktu lama, risiko kanker lebih tinggi.

  • Terpapar Radiasi

Paparan radiasi yang berasal dari radioterapi dapat memunculkan gejala kanker kulit. Jika terpapar dalam dosis dan durasi tinggi, akan terjadi kerusakan terjadi bagian dalam epidermis atau karsinoma sel basal.

  • Bahan Kimia

Bahan kimia pada makanan, kosmetik, skincare, dapat menyebabkan kanker. Beberapa bahan tersebut meliputi arsenik, paraben dan sebagainya. Tipe-tipe bahan ini termasuk dalam kategori karsinogenik yang paling banyak didapat dari bahan-bahan pemutih.

Cara Mengobati Penyakit Kanker Kulit

Mengetahui gejala kanker kulit lebih dini akan memudahkan langkah pengobatan. Anda dapat segera memeriksakan diri untuk mengetahui tingkat perkembangannya kemudian melakukan pengobatan. Berikut beberapa cara mengobatinya.

  1. Krim

Cara pertama adalah penggunaan krim khusus. Diberikan pada pasien dengan kondisi penyakit masuk stadium awal atau stadium 0.

  1. Krioterapi

Metode medis untuk mematikan sel abnormal dengan cara pemberian suhu dingin. Suhu dingin tersebut dihasilkan dari nitrogen cair.

  1. Operasi

Operasi pengangkatan sel abnormal hingga ke jaringan akarnya. Dilanjutkan observasi untuk memastikan tidak ada sel kanker tertinggal.

  1. Kuretase

Pengangkatan atau pemotongan menggunakan metode kuret. Kemudian sisa sel yang tertinggal dibakar menggunakan jarum yang dipanaskan dengan listrik.

  1. Radioterapi

Metode radioterapi dilakukan dengan pemberian radiasi tinggi pada sel-sel abnormal. Diberikan kepada pasien stadium lanjut dimana sel kanker sudah menyebar luas.

  1. Kemoterapi

Terapi secara bertahap dengan pemberian obat baik dengan cara diminum atau disuntikkan. Prosesnya panjang dan umumnya terdapat efek samping pengobatan.

  1. Terapi Biologis

Terapi dengan memberikan zat-zat pendukung sistem kekebalan tubuh pasien, sehingga dengan sendirinya mampu melawan aktifitas sel-sel abnormal.

Baca juga : Apa Itu Kanker Endometrium: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Penanganan kanker yang dilakukan dengan tepat akan membawa hasil yang memuaskan bagi pasien. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang menyeluruh dan mendetail seperti di RSM Oncology dari RSU Bunda Jakarta. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 



btTextCenter  btSimpleHoverType

Every Step With BUNDA




btTextCenter  btSimpleHoverType

Every Step With BUNDA





bmhs1973      bmhs1973      bmhs1973

Call Centre : 1-500-799

24/7 EMERGENCY NUMBER

Call us now if you are in a medical emergency need, we will reply swiftly and provide you with a medical aid.




Copyright by BMHS 2020. All rights reserved.



Copyright by BMHS 2020. All rights reserved.