Blog

Credibly reintermediate backend ideas for cross-platform models. Continually reintermediate integrated processes through technically sound intellectual capital.
IMG_5208-1200x800.jpg
11/Okt/2022

Ada banyak jenis kanker, dan salah satunya adalah kanker endometrium. Kanker endometrium adalah kanker yang menyerang lapisan di bagian dalam rahim. Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause, yaitu usia sekitar 60–70 tahun. Lapisan endometrium berperan sebagai tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Oleh karena itu, dinding endometrium akan menebal sebelum menstruasi. Jika sel telur tersebut tidak dibuahi, endometrium akan mengalami peluruhan sehingga terjadi menstruasi.

Baca juga : Pencegahan Kanker Serviks yang Perlu Bunda Ketahui

Mengenal Kanker Endometrium dan Jenisnya

Endometrium merupakan penyakit yang sering menyerang organ reproduksi wanita. Gejala yang mirip dengan gejala kanker ini perlu diperiksakan sesegara mungkin ke unit medis kanker seperti RSM Oncology.

Terdapat dua jenis kanker endometrium yang harus diketahui, yaitu tipe 1 dan 2. Masing-masing memiliki perbedaan tersendiri seperti berikut ini:

  1. Tipe 1

Pertama adalah tipe 1 yang paling sering terjadi. Pada tipe 1 sel perlahan-lahan mengalami perkembangan atau yang disebut dengan non agresif. Untuk jenis tipe 1 sudah bisa didiagnosis sejak dini.

  1. Tipe 2

Selain itu ada juga tipe 2. Tipe 2 memiliki perkembangan yang lebih agresif atau lebih cepat menyebar. Penderita tipe ini sering mengalami kambuh. Bentuk kanker tipe 2 ini adalah clear cell carcinomas dan uterine serous carcinomas. Sedangkan untuk bentuk tipe 1 adalah endometrioid adenocarcinoma. Jadi bentuk keduanya tidak sama.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai sebagai Gejala

Pendarahan pada vagina merupakan salah satu gejala umum dan sering dialami oleh penderita kanker endometrium. Gejala ini harus diwaspadai karena bisa berakibat fatal bila dibiarkan begitu saja. Biasanya gejala ini akan muncul apabila pasien sudah memasuki stadium awal. Adanya perbedaan pendarahan pada pasien yang sudah dan belum menopause. Adapun untuk gejala sebelum menopause adalah:

  1. Munculnya bercak darah padahal tidak sedang menstruasi
  2. Mengalami masa menstruasi lebih lama

Sedangkan gejala untuk orang yang sudah mengalami menopause adalah adanya keputihan encer dan bercampur dengan darah, juga terasa sakit saat berhubungan seksual. Jika Anda sedang mengalami gejala tersebut, ada baiknya untuk segera reservasikan pemeriksaan diri Anda ke RSM Oncology.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Kanker endometrium disebabkan oleh sel-sel endometrium pada tubuh berubah dan mengalami pertumbuhan yang cepat. Pertumbuhan cepat tersebut menjadi tidak terkendali sehingga berubah menjadi penyakit. Adapun untuk beberapa penyebabnya adalah sudah masuk usia menopause atau sekitar umur 60 sampai 70 tahun dan wanita yang belum pernah hamil. Selain itu adanya ketidakseimbangan hormon progesteron dalam tubuh dan wanita obesitas.

Memiliki riwayat penyakit kanker usus dan kanker payudara serta adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tersebut. Selain itu penyebab lainnya adalah menstruasi terlalu dini yaitu kurang dari 12 tahun.

Beberapa Pilihan Jenis Penanganannya

Penanganan yang biasanya diberikan di antaranya adalah:

  1. Operasi

Operasi adalah penanganan penyakit paling tepat jika didiagnosis kanker endometrium. Berikut adalah 2 tipe operasi untuk menangani penyakit ini:

Histerektomi

Untuk mengatasi penyakit kanker yang terdeteksi sejak awal, maka bisa dilakukan histerektomi, yakni operasi pengangkatan rahim agar masalah perdarahan abnormal dalam vagina teratasi. Saat ini sudah tersedia histerektomi robotik di RSU Bunda Jakarta.

Salpingo-oophorectomy

Jenis operasi ini dilakukan dengan cara pengangkatan ovarium dan tuba falopi. Bentuk operasi ini terbagi menjadi 2 jenis, bilateral dan unilateral. Keduanya memiliki metode yang berbeda untuk mengatasi penyakitnya.

  1. Kemoterapi

Selain operasi, dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan yang diberikan kepada pasien berupa obat-obatan agar sel kanker bisa terbunuh. Selain itu kemoterapi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyebaran sel-sel penyakit.

  1. Radioterapi

RSU Bunda Jakarta juga akan memberikan pengobatan dengan melakukan radioterapi. Radioterapi merupakan pengobatan yang memanfaatkan sinar radiasi tinggi. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan ini bersamaan dengan kemoterapi.

Manfaat pengobatan radioterapi adalah untuk mencegah sel mengalami penyebaran. Radioterapi dibagi menjadi dua jenis, eksternal dan internal sebagai berikut:

Radioterapi Internal

Untuk internal adalah pengobatan dengan menempatkan bahan radioaktif ke dalam vagina pasien. Proses pengaplikasian alat ke dalam tubuh pasien adalah kenapa disebut dengan pengobatan radioterapi internal oleh sebagian besar orang.

Radioterapi Eksternal

Pada tipe ini, tubuh pasien akan diarahkan pancaran energi. Pancaran sinar tersebut akan mengenai sel sehingga tidak mengalami perkembangan. Tujuannya supaya sel kanker tidak berkembang lagi.

  1. Terapi Hormon

RSU Bunda Jakarta juga akan memberikan jenis pengobatan yang lain, yakni terapi hormon. Terapi hormon merupakan sebuah pengobatan yang juga diberikan dengan melalui obat-obatan. Biasanya terapi hormon dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.

Ada dua jenis terapi yang dapat dipilih:

  • Peningkatan hormon progesterone
  • Peningkatan hormon estrogen

Biasanya terapi hormon diberikan kepada pasien yang sudah mengalami penyakit kanker stadium lanjut. Biasanya jika sudah stadium lanjut maka sel kankernya sudah menyebar hingga keluar dari rahim.

Baca juga : Nutrisi Seimbang Pada Penyitas Kanker

Apabila Anda mengalami gejala yang sama seperti di atas segeralah mencari bantuan. Anda juga bisa melakukan reservasi ke RSM Oncology untuk ditangani lebih lanjut di RSU Bunda Jakarta. Anda juga dapat mengetahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda untuk keluhan kesehatan lainnya. Laman informasi kami juga menawarkan layanan-layanan kesehatan lain untuk kebutuhan Anda.


8-Tips-Mencegah-Kanker-Payudara-yang-Dapat-Anda-Lakukan-Sedari-Dini.png
04/Okt/2022

Mengetahui cara mencegah kanker payudara adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Jika Anda mengira bahwa penyakit mematikan ini hanya dapat diderita oleh wanita, maka pemikiran tersebut adalah keliru.

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut 3 Cara Cek Kanker Payudara Sedari Dini

Faktanya, kanker payudara juga dapat diderita oleh laki-laki. Melansir situs Sehat Negeriku Kemenkes, data Globocan tahun 2020 menyatakan bahwa persentase kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 16,6% dari keseluruhan kasus kanker baru.

Jumlah angka dari persentase tersebut yaitu mencapai 68.858 kasus. Dengan data tersebut, kanker payudara berada di urutan pertama penyakit kanker terbanyak secara nasional serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak akibat kanker.

Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara

Mencegah kanker payudara sebenarnya sangat bisa dilakukan, salah satunya yaitu dengan deteksi ‘sadari’ (pemeriksaan payudara sendiri). Di samping itu, pencegahan juga harus diawali dengan mengenali faktor-faktor risikonya. Adapun faktor-faktor risiko yang bisa menjadi pemicu kanker payudara antara lain sebagai berikut:

Baca Juga: RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

1.        Faktor Hormonal

Hormon menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi seseorang terkena penyakit mematikan tersebut. Faktor hormonal ini membuat seorang wanita memiliki risiko terkena kanker payudara (Carcinoma mammae) lebih tinggi dibanding wanita lain pada umumnya.

Untuk mencegah kanker payudara, ketahui beberapa kondisi yang mengindikasikan adanya pengaruh risiko Carcinoma mammae akibat faktor hormonal berikut ini:

  • Menstruasi pertama terjadi pada usia sangat muda. Umumnya menstruasi pertama terjadi saat perempuan berusia 10 hingga 17 tahun.
  • Menopause terjadi saat berumur 50 tahun, artinya masa reproduksinya terbilang sangat panjang.
  • Wanita tidak mempunyai keturunan, ini berpotensi mengakibatkan hormon progesterone dalam tubuh tidak seimbang.
  • Wanita tidak menyusui walaupun melahirkan.

2.        Faktor Eksternal

Dalam keadaan hormon seimbang sekalipun, wanita bisa berisiko terkena Carcinoma mammae akibat pengaruh faktor eksternal lainnya, seperti:

  • Obesitas, maka salah satu cara mencegah kanker payudara yaitu menghindari kegemukan.
  • Konsumsi obat-obatan hormonal yang berlebihan, termasuk di antaranya yaitu pil KB.
  • Terkena paparan radiasi
  • Papasan zat karsinogenik
  • Konsumsi alkohol
  • Gaya hidup dan pola makan tidak sehat
  • Kebiasaan buruk seperti merokok
  • Malas bergerak
  • Perubahan pola tidur
  • Terapi hormon
  • Memakai cat rambut permanen

Baca Juga: Terapi Kanker Lebih Mudah dan Nyaman dengan Pemasangan Chemoport

3.        Faktor Genetik

Faktor genetik menyumbangkan andil sebesar 5-10% atas potensi terkena penyakit mematikan tersebut. Meski begitu, ada juga penderita yang tidak memiliki riwayat keturunan kanker. Artinya, ini bukanlah satu-satunya faktor risiko.

4.        Faktor Kehamilan

Wanita yang pernah hamil serta menyusui memiliki risiko Carcinoma mammae lebih rendah. Sebaliknya, wanita yang belum pernah hamil, tidak menyusui, serta masa kehamilan pertama saat berusia 30 tahun atau lebih, memiliki risiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Agar Anda terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, ketahui beberapa tips pencegahan berikut ini:

1.        Jaga Berat Badan Ideal

Tips pertama, sebaiknya Anda menghindari obesitas dan menjaga berat badan tetap ideal. Hal ini karena wanita yang kondisinya obesitas berisiko 20-40% lebih tinggi dibanding wanita yang berat badannya ideal.

2.        Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Cara mencegah kanker payudara berikutnya yaitu mengkonsumsi asupan nutrisi seimbang meliputi sayuran, buah, serta kacang-kacangan. Bahkan, bagi orang yang sudah divonis menderita kanker tersebut, konsumsi makanan sehat bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

3.        Berolahraga dengan Rutin

Melakukan aktivitas fisik bisa menurunkan resiko terkena Carcinoma mammae. Sebaliknya, malas bergerak justru meningkatkan risiko. Lakukan olahraga secara rutin selama 2,5 jam per minggu dengan intensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda.

Baca Juga: Pelajari Cara Kerja Kemoterapi RSM Oncology

4.        Hentikan Kebiasaan Merokok

Orang yang sudah berhenti merokok memiliki resiko mengalami breast cancer sebesar 6-9% lebih tinggi dibanding non perokok sama sekali. Risikonya bertambah jadi 7-13% apabila masih menjadi perokok aktif.

5.        Batasi Konsumsi Alkohol

Minum alkohol termasuk kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kesehatan sendiri. Untuk mencegah kanker payudara, batasi jumlah konsumsi alkohol Anda. Konsumsi alkohol satu gelas per hari memiliki risiko terkena kanker payudara 7-12% lebih tinggi.

Persentase tersebut akan meningkat apabila jumlah alkohol yang dikonsumsi lebih dari satu gelas per hari. Perlu Anda pahami, mengkonsumsi minuman beralkohol dapat memicu perubahan hormon dalam tubuh.

6.        Menyusui Bayi

Tahukah Anda, ternyata menyusui bayi bisa membantu menurunkan risiko terkena breast cancer sampai 16%? Belum diketahui secara pasti mengapa menyusui bisa menjadi upaya pencegahan kanker payudara yang efektif.

Hal ini diduga karena memberikan ASI langsung dapat memicu hormon lebih seimbang, menghindari kerusakan sel payudara, serta mencegah terpapar dari zat pemicu kanker.

7.        Batasi Terapi Hormon

Cara mencegah kanker payudara berikutnya yaitu membatasi pemakaian terapi hormon. Terapi hormon estrogen serta progesterone biasanya bersifat jangka panjang dan dapat meningkatkan risiko terkena breast cancer.

8.        Hindari Paparan Radiasi

Usahakan agar tetap menjaga diri dari paparan radiasi. Perlu Anda ketahui bahwa pengobatan dengan terapi radiasi pada wanita berusia kurang dari 30 tahun meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Baca Juga: RSM Oncology untuk Deteksi Dini Kanker


Waspada-Berikut-8-Penyebab-Kanker-Paru-paru-Selain-Merokok.jpg
30/Agu/2022

Selama ini selalu dikaitkan dengan aktivitas merokok yang dinilai negatif. Bahkan produk rokok terdapat peringatan mengenai risiko tersebut. Pada kenyataannya, bukan hanya perokok aktif saja yang memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru. Berikut adalah penjelasan kanker paru-paru dan penyebabnya selain dari merokok.

Baca juga : RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

Apa Itu Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru adalah gangguan kesehatan yang berasal dari menurunnya fungsi organ tersebut karena adanya pertumbuhan jaringan tidak normal.. Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berikut adalah jenis-jenis dari kanker paru-paru.

  1. KPKSK (Kanker paru-paru karsinoma sel kecil)

Ukuran selnya kecil-kecil menyebar dalam jumlah banyak dan luas. Tipe ini jarang dijumpai, hanya sekitar 10-15% saja orang yang mengidapnya. Hanya ditemukan pada perokok aktif baik pria maupun wanita.

  1. KPKBSK (Kanker Paru-paru Karsinoma Bukan Sel Kecil)

Kebalikan dari KPKBSK, tipe ini muncul dari penyebab kanker paru paru selain merokok. Kasusnya cukup tinggi dengan angka persentase 85-90%. Ukurannya besar, pertumbuhannya cepat, menyebar luas, pengobatan lebih sulit dilakukan. Terdapat 3 subtipe pada penyakit jenis KPKBSK, yaitu sel skuamosa karsinoma, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar. Subtipe adenokarsinoma lebih banyak dialami orang usia muda dan perempuan yang merupakan non-perokok.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai sebagai Gejala

Tanda-tanda penyakit wajib diketahui untuk menentukan penyebab kanker paru paru selain merokok. Anda harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila mengalami tanda seperti berikut ini.

  1. Sesak nafas

Tanda awal paling sering diidentikkan dengan gangguan fungsi paru-paru. Tanda ini masih umum sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memastikannya Anda perlu datang langsung ke laboratorium atau rumah sakit.

  1. Batuk membandel

Batuk yang tidak kunjung sembuh dan cenderung memburuk saat malam hari merupakan tanda awal kanker paru. Baik batuk kering maupun berdahak dalam waktu lama hingga menyebabkan suara serak perlu diwaspadai.

  1. Penurunan berat badan secara drastis

Munculnya sel abnormal berpengaruh pada metabolisme. Kalori akan cepat terserap habis digunakan tubuh untuk melawannya sehingga menyebabkan berat badan penderita turun drastis yang disebut Cachexia (Kaheksia).

  1. Cepat lelah dan lemas

Aktivitas sel abnormal di dalam tubuh sangat memakan energi, sehingga menyebabkan cepat lelah dan lemas yang disebut dengan malaise. Kondisi ini umumnya diiringi dengan Kaheksia, komplikasi kanker yang menyebabkan berat badan pasien turun sangat drastis.

  1. Nyeri dada

Nyeri dada juga menjadi indikasi kanker paru-paru. Gangguan ini diakibatkan tekanan dari tumor yang membesar dan terasa saat tertawa, batuk, dan aktivitas berat.

  1. Infeksi berulang

Tanda lainnya yang cukup identik adalah mengalami infeksi berulang seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bronchitis, atau pneumonia. Hal ini dipengaruhi sistem imun yang menurun sehingga bakteri cepat masuk dan berkembang.

8 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

  1. Terpapar Gas Radon

Radon adalah gas radioaktif yang diproduksi secara alami ketika uranium, thorium, dan radium terurai di tanah, bebatuan, serta air. Radon sangat berbahaya karena tidak berbau, tidak berwarna, dan dapat masuk ke dalam tanah, berdifusi ke udara. Rumah terisolasi, minim ventilasi, area tanah kaya uranium, radium, thorium berisiko tinggi untuk terekspos dengan gas ini.

  1. Terpapar Asap Rokok atau Menjadi Perokok Pasif

Menjadi perokok pasif berarti tidak melakukan aktifitas merokok secara langsung namun terpapar asap secara terus-menerus. Baik asap langsung maupun aroma yang tertinggal di baju atau rambut tetap berbahaya.

  1. Paparan Asbes

Pekerja bangunan paling berisiko menghirup partikel halus dari bahan asbes. Jika terjadi dalam jangka panjang dapat muncul gejala gangguan sistem pernafasan hingga risiko kanker paru-paru.

  1. Polusi udara

Polusi udara dari asap kendaraan, pembakaran, membawa partikel kotor yang dapat mengendap dalam organ pernapasan. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan mengganggu kesehatan.

  1. Paparan Radiasi di Dada

Radiasi yang dihasilkan dari treatment kesehatan seperti pada kanker payudara atau limfoma hodgkins berisiko mutasi sel. Sel penyebab kanker paru-paru selain merokok tersebut dapat tumbuh abnormal dan menjadi tumor atau kanker.

  1. Riwayat Keluarga

Merupakan faktor penyebab paling tinggi. Apabila anggota keluarga memiliki riwayat kanker sebaiknya Anda melakukan skrining secara berkala sehingga kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang sama segera diantisipasi.

  1. Efek Samping Asap saat Memasak

Memasak menggunakan tungku dan asap terlalu pekat dapat membahayakan kesehatan. Meski saat ini sudah digunakan alat masak lebih ramah, namun pada cara masak tertentu tetap terdapat risiko, terutama pada bahan makanan yang menimbulkan asap.

  1. Terpapar Zat Karsinogen di Tempat Kerja

Karsinogen merupakan zat penyebab kanker. Jika Anda bekerja pada bidang yang erat berhubungan dengan zat-zat berbahaya seperti knalpot diesel, arsenic, asbes maka sebaiknya melakukan medical check up rutin.

Baca juga : Mengenal Gejala Kanker Kulit: Jenis, Penyebab & Cara Mengobati

Sebagai langkah antisipasi kanker paru-paru, Anda bisa melakukan pemeriksaan berkala di RSU Bunda Padang, RSU Bunda Margonda, serta RSU Bunda Jakarta. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 


peresmian-oncology3.jpg
23/Agu/2022

Bedah Onkologi (Surgical Oncology) adalah cabang ilmu dalam penganggulangan penyakit kanker dengan menitikberatkan aplikasi pembedahan dengan pengaplikasian modalitas lain seperti radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, hormonal, terapi dan lainnya.

RSU Bunda Jakarta membuka RSM Oncology pada tanggal 4 Maret 2020, yang akan diresmikan oleh dr Ivan Sini MD FRANSCOG GDRM MMIS SpOG, selaku Komisaris Utama PT Bundamedik. Peresmian tersebut merupakan persembahan khusus atas dedikasi  dr. Rizal Sini, SpOG pendiri BMHS (Bundamedik Healthcare System).

Baca juga : Mengenal Gejala Kanker Kulit: Jenis, Penyebab & Cara Mengobati

RSM Oncology juga sudah menangani banyak kasus pasien kanker, dari kanker payudara, kanker serviks dan kanker ganas lainnya. Bersama tim dokter yang siap memberikan pelayanan untuk konsultasi dan perawatan berkualitas, RSM Oncology berspesialisasi dalam kemoterapi dan onkologi. Tim RS Bunda Group dan BMHS juga lakukan semuanya secara konsisten kepada pasien kanker dengan cara memperluas fasilitas perawatan.

Teknologi dan kemanusiawian

RSM Oncology berdiri dengan keyakinan bahwa pasien kanker harus mendapatkan manfaat dari pengobatan dengan teknologi baru, oncogemonic, sebagai personal terapi  yang relevan secara klinis.

Teknologi kedokteran maju pesat seiring dengan kebutuhan pasien, dengan demikian angka harapan hidup juga semakin tinggi. Inilah yang mendorong penciptaan RSM Oncology RSU Bunda Jakarta untuk menggabungkan teknologi kedokteran dengan pendekatan kekeluargaan untuk menguatkan harapan bertahan hidup penderita kanker.

RSU Bunda Jakarta  akan memberikan perlakuan khusus kepada para pasien kanker melalui perhatian tim medis tak berhenti sampai hanya di rumah sakit  saja. Ketika penyintas kanker sudah sampai rumah, Tim RSM Oncology masih akan memantau dan memberikan perhatian kepada pasien. Tak hanya dari sisi kemanusiaannya saja, tetapi juga mengedepankan teknologi terkini seputar pengobatan kanker.

Perawatan Onkologi di RSU Bunda Jakarta mampu melayani deteksi dini kanker, pembedahan dan kemoterapi berbagai jenis kanker yang di dukung oleh fasilitas dan tenaga medis handal dan terpercaya. Sebagai bentuk informasi dan edukasi berkaitan dengan RSM Oncology, RS Bunda Group mengadakan seminar onkologi dengan tema ‘Kanker dan Tatalaksananya’. Lebih dari 120 peserta menghadiri seminar ini, termasuk juga penyintas dari Yayasan kanker Indonesia, tenaga medis serta para undangan dengan pembicara :

  • Prof. Dr. dr. Aru W Sudoyo, SpPD, KHOM, FCAP
  • Agus Rizal A.H Hamid, SpU (K), PhD
  • dr. Diah Rini Handjari ,Sp.PA(K)
  • Kartiwa Hadi Nuryanto, SpOG (k) Onk
  • Iskandar, Sp.B (K) Onk
  • Patricia Mustika Widjaja, Sp.Rad (K)
  • Ira Mistivani,  SpKFR(K)
  • Dennis Jacobus, SpPK

Layanan Multidisiplin

Keberadaan RSM akan mempersingkat waktu diagnosis dengan awal pemberian terapi yang tepat. Klinik ini juga akan membantu pasien mendapatkan pelayanan terbaik. Hal ini dikarenakan anggota tim multidisiplin secara berkala mengadakan pertemuan yang sangat efektif. Pendekatan secara multidisiplin ini secara keseluruhan meningkatkan kualitas perawatan pasien kanker dan efektif biaya.

Baca juga : Wajib Tahu! Berikut 3 Cara Cek Kanker Payudara Sedari Dini

Satu hal yang perlu di garis bawahi, RSM Oncology dari RSU Bunda Jakarta tak sekadar memberikan pengobataan secara fisik. Yang terpenting adalah, bagaimana selalu membakar semangat hidup penyintas kanker dengan pendekatan dari hati dan manusiawi. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 


service-kemoterapi-oncologyweb-1500x997-1-1200x798.jpg
16/Agu/2022

Nutrisi Seimbang Pada Penyitas Kanker – Kanker tak begitu saja hadir tanpa sebab, istilah lain dari kanker adalah NEOPLASIA, yaitu adanya pertumbuhan baru. Neoplasia terjadi apabila sel-sel di dalam jaringan atau organ berkembang secara tidak terkendali sebagaimana yang seharusnya terjadi pada pertumbuhan normal. Penyebab terjadinya Neoplasia secara pasti masih sulit untuk dibuktikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara gizi dan kanker.

Baca juga : Bunda Oncology Clinic, Wujudkan Harapan Baru untuk Survival Cancer

Selain terapi medis, terapi nutrisi yang tepat dan lingkungan yang mendukung diharapkan dapat menunjang keberhasilan terapi pengobatan penderita kanker. Nutrisi yang masuk secara seimbang dapat menghambat kemungkinan terjadinya penurunan berat badan dan infeksi lebih lanjut. Masalah gizi yang dihadapi penderita kanker pada umumnya adalah sulitnya menerima makanan. Akibat adanya kanker dalam tubuh dan efek dari terapi pengobatan membuat penderita kanker mengalami berbagai problem nutrisi bila tidak segera diatasi dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai efek nutrisi yang dapat menunjang terjadinya kanker, efek pengobatan kanker terhadap masukan nutrisi, problem nutrisi yang timbul akibat terapi pengobatan, serta terapi diet yang perlu dilakukan.

  1. Efek nutrisi yang dapat menunjang terjadinya kanker : Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyebab terjadinya kanker adalah Lemak. Lemak sebenarnya komponen nutrisi yang diperlukan tubuh dan memiliki banyak manfaat. Tetapi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans terlalu sering dan jumlah banyak maka akan mengganggu Kesehatan termasuk diantaranya akan memicu sel kanker. Selain itu, kekurangan zat gizi mikro dalam waktu lama juga dapat memicu peningkatan risiko kanker. Karena beberapa zat gizi mikro berguna untuk menangkal radikal bebas termasuk melindungi sel dari proses keganasan.
  2. Efek pengobatan/ problem nutrisi yang timbul  kanker terhadap masukan nutrisi : Pengobatan yang dilakukan pada penderita kanker umumnya adalah melalui terapi radiasi, operasi, dan kemoterapi. Proses terapi pada kanker dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang berefek mengganggu asupan makan. Selain itu proses yang terjadi dalam tubuh seorang penderita kanker juga menyebabkan risiko kekurangan zat-zat gizi. Pada pasien kanker dalam kurun waktu tertentu akan mengalami penurunan status gizi atau akan mengalami kanker kaheksia,yang mana pasien menjadi sangat kurus, lemah, dan kurang gizi.
  3. Terapi makanan yang penting diberikan bagi pasien kanker untuk membantu penyerapan nutrisi makanan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien selama menjalani pengobatan:

KARBOHIDRAT

Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh penderita kanker karena dapat memberikan energi yang diperlukan tubuh selama pengobatanKArbohidrat yang baik dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras merah, produk sereal, kacang kering, kacang polong, dan lentil.

PROTEIN

Asam amino yang terkandung dalam protein berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Protein juga membantu tubuh untuk membuat sel, hormon, dan enzim.  Beberapa makanan yang mengandung protein seperti putih telur, daging tanpa lemak, ikan, susu, tahu, tempe dan yogurt dapat mengganti dan memperbaiki sel tubuh yang rusak karena penggerogotan sel kanker maupoun menjaga sel sehat dan juga system imun.

AIR

Sebagai komponen penting dalam tubuh, air dan cairan berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, menyalurkan nutrisi ke bagian tubuh yang membutuhkan, dan membantu mengeluarkan kotoran. Air merupakan pilihan terbaik untuk membantu tubuh dalam mempertahankan jumlah cairan yang memadai. Jika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup selama pengobatan kanker, pasien kanker akan mengalami dehidrasi, apalagi jika disertai dengan muntah dan diare. Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi serta jenis cairan dan minuman seperti apa yang boleh dikonsumsi selama pengobatan.

VITAMIN

Sebagai senyawa kimia alami yang penting untuk kesehatan, vitamin membantu tubuh menciptakan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga sistem imun tubuh, serta menjaga kekuatan tulang, mata, kulit, kuku, dan rambut. Sumber utama vitamin dapat ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti buah dan sayuran.

MINERAL

Tubuh membutuhkan mineral untuk membantu metabolisme karbohidrat dan  lemak hingga menjadi energi. Selain itu, mineral bersama vitamin juga berfungsi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Asupan mineral didapatkan dari jenis makanan nabati dan hewani, antara lain seperti makanan mengandung kalsium, sayur-sayuran seperti brokoli, makanan laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Baca juga : Pengobatan Kanker Berkelanjutan Membutuhkan Wadah Tepat

Selama pengobatan kanker, umumnya pasien akan kehilangan berat badan dan mengalami kondisi seperti mual, hilang nafsu makan, dan lain-lain. Konsultasikan dan mintalah rujukan pada dokter Anda serta dokter spesialis gizi klinik untuk membantu Anda membuat rencana pola makan terbaik untuk menunjang kebutuhan Anda dan/atau orang terkasih selama menjalani pengobatan kanker.


IMG_5203-1-1200x800.jpg
09/Agu/2022

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Penyakit ini menyerang sel-sel rahim umum dialami oleh wanita yang berusia 30 tahun ke atas. Kanker ini umumnya tidak didahului dengan gejala yang khas, sehingga gejala-gejala tersebut kerap kali diabaikan. Oleh karena itu,  pencegahan kanker serviks sangat penting dilakukan terutama bila diketahui sejak dini untuk tahap pengobatan pada kanker serviks pun dapat memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Berikut adalah pencegahan kanker serviks yang dapat Anda lakukan.

Baca juga : Nutrisi Seimbang Pada Penyitas Kanker

Pencegahan Kanker Serviks yang Dapat Dilakukan

Salah satu penyebab kanker serviks adalah Human Papilomavirus (HPV) yang terjangkit melalui kontak seksual. Anda dapat melakukan pencegahan kanker serviks dengan mengurangi gaya hidup pergaulan bebas, menggunakan pelindung seperti kondom saat berhubungan, juga hanya berhubungan dengan satu pasangan saja. Beberapa tindakan pencegahan juga dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Pencegahan Kanker Serviks Dengan Melakukan Pemeriksaan

Pemeriksaan pertama dapat Anda laksanakan adalah pap smear. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan pada leher rahim. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan pra kanker atau sel yang akan terbentuk, salah satu indikasi awal kanker serviks. Pemeriksaan pap smear dianjurkan untuk wanita yang telah berusia 21 tahun dan rutin dilakukan tiap 3-4 tahun sekali.

Menginjak usia 30 tahun, Anda dapat melakukan tes DNA HPV dimana untuk mengetahui keberadaan virus di dalam rahim. Pemeriksaan ini perlu dilakukan setidaknya 5 tahun sekali, bila perlu lakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi pada rentang usia 9 sampai 26 tahun. Langkah ini dipercaya sebagai pelengkap memberikan ketahanan yang lebih efektif.

2. Pencegahan Kanker Serviks dengan Menjaga Kebersihan

Upaya selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan vagina, terutama saat Anda sedang menstruasi. Bisa menggunakan cairan antiseptik khusus kewanitaan yang sudah tersedia di berbagai pasaran dan sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk produk yang dipilih. Paling penting terdapat adanya kandungan povidone iodine yang akan membantu membersihkan area kewanitaan tersebut.

Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan berhenti kebiasaan merokok, apa hubungannya? Menurut penelitian, mereka yang suka merokok cenderung kesulitan dalam menghadapi virus, karena racun pada rokok itu sendiri.

Baca juga : Bunda Oncology Clinic, Wujudkan Harapan Baru untuk Survival Cancer

Sifatnya adalah oksidatif, sehingga saat melawan virus yang masuk ke dalam tubuh, kekuatan imun akan menurun. Oleh karena itu cobalah menghindari rokok mulai sekarang.


Wajib-Tahu-Berikut-3-Cara-Cek-Kanker-Payudara-Sedari-Dini.jpg
02/Agu/2022

Setiap orang perlu tahu cara cek kanker payudara dengan benar. Meski jarang, pria juga dapat mengalami kanker payudara, dan penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi wanita selain kanker serviks. Kanker payudara terjadi akibat sel-sel jaringan pada organ tersebut tumbuh cepat tanpa kendali, merusak jaringan sehat di sekitarnya. Kanker payudara terbentuk di area lobulus atau kelenjar susu, saluran yang membawa susu (ductus). Pemeriksaan rutin sebagai deteksi dini bisa dilakukan mulai usia 20 tahun. Untuk usia 40-49 tahun dianjurkan melakukan Mammografi 1 tahun sekali dan usia 50-59 setiap 1-2 kali dalam setahun sebab risikonya yang lebih tinggi.

Baca juga : Apa Itu Kanker Endometrium: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Cara Cek Kanker Payudara secara Mandiri

Sebenarnya panduan pengecekannya cukup mudah, dapat dilakukan secara mandiri tanpa biaya atau peralatan khusus. Terdapat 3 cara yang dapat dilakukan di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Berikut penjelasannya lebih lanjut:

  1. Cek Kanker Payudara di Depan Cermin

Berdiri di depan cermin pada posisi tangan lurus ke bawah. Perhatikan bentuk, permukaan kulit, ukuran serta bentuk puting untuk mencari perbedaan yang ada. Lanjutkan dengan melihat dari sisi bagian samping. Kemudian bungkukkan tubuh Anda dan raba payudara Anda untuk mencari bentuk yang menonjol, membentuk bulatan, dan sebagainya. Perhatikan juga apa terdapat cairan yang keluar dari puting, baik saat ditekan maupun tidak.

  1. Deteksi Kanker Payudara Saat mandi

Cara cek kanker payudara juga dapat dilakukan saat mandi. Angkat satu tangan ke arah belakang kepala, kemudian tangan satu lagi meraba bagian demi bagian terutama keluar menuju arah ketiak Anda. Rasakan dengan seksama apakah terdapat benjolan atau bagian yang terasa keras. Ulangi langkah serupa untuk bagian satu lagi.

  1. Periksa Payudara Saat Berbaring

Posisi berbaring memungkinkan payudara mendatar sehingga lebih leluasa ketika memeriksa. Lumuri telapak tangan dan jari dengan krim atau gel tubuh agar licin sehingga lebih mudah untuk menelusuri permukaan kulit Anda. Angkat tangan kanan ke belakang kepala dan mulai dengan jari tangan kiri Anda di area paling luar payudara dengan gerakan memutar searah jarum jam. Pindahkan jari ke area agak dalam ulangi gerakan serupa secara perlahan. Lakukan perabaan hingga ke area areola atau dekat puting. Setelah selesai, lakukan pada bagian berikutnya. Perabaan dilakukan dengan pelan agar dapat merasakan jika ada benjolan kecil atau tidak.

Perubahan Pada Payudara yang Wajib Diwaspadai

Pemeriksaan secara mandiri dapat dilakukan kapan saja setiap waktu, namun akan lebih efektif dalam kurun 7 hingga 10 hari setelah menstruasi selesai karena bentuk tubuh dapat dipengaruhi oleh hormon. Faktor usia, pola makan, dan olahraga dapat menjadi penyebab adanya perubahan pada tubuh. Selain melakukan pemeriksaan secara mandiri dengan perabaan dan pengamatan terdapat perubahan yang perlu Anda waspadai.

Berikut diantaranya:

  1. Salah satu cara cek kanker payudara paling mudah diamati adalah ada atau tidaknya benjolan. Umumnya tidak terasa sakit dan ukurannya kecil kurang dari 2 cm.
  2. Perubahan warna, muncul kemerahan seperti iritasi, penebalan, atau tekstur menyerupai kulit jeruk. Perubahan ini sering dianggap karena infeksi, namun bisa jadi indikasi penyakit yang lebih berat.
  3. Puting nyeri, namun tidak selalu dirasakan terutama saat tidak ada sentuhan. Keluar cairan tidak normal atau bentuknya seperti masuk ke bagian dalam. Ini merupakan gejala kanker stadium 1 yang harus segera diatasi.
  4. Tumbuh benjolan di area bawah ketiak. Jaringan payudara bentuknya melebar, melalui kelenjar getah bening sel kanker dapat menyebar ke area bawah ketiak ditandai dengan terbentuknya benjolan.

Apa yang Harus Dilakukan Apabila Mengalami Gejala di atas

Setelah mengetahui cara cek kanker payudara secara mandiri serta mengenali cirinya, Anda dapat melakukan langkah penanganan paling tepat sebelum bertambah parah hingga sulit disembuhkan. Konsultasikan perubahan sekecil apapun yang ditemui ketika melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) kepada dokter spesialis terdekat di kota Anda. Skrining melalui sesi wawancara untuk mengetahui apakah terdapat riwayat secara genetis. Selanjutnya dokter akan memeriksa fisik secara menyeluruh untuk memastikan apakah benar merupakan gejala awal kanker. Anda akan mendapatkan terapi setelah dinyatakan positif untuk menekan pertumbuhan sel penyebab kanker.

Baca juga : Pencegahan Kanker Serviks yang Perlu Bunda Ketahui

Kanker dalam bentuk apapun, merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya dan cukup fatal. Bila Anda tidak yakin dengan cara cek kanker payudara Anda sendiri, reservasikan diri Anda di RSU Bunda Jakarta untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih valid. Ketahui juga jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group.

 


Apa-itu-Kanker-Tiroid-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg
15/Mar/2022

Jika Anda bertanya mengenai apa itu kanker tiroid maka, jawabannya adalah adanya pertumbuhan sel tidak wajar pada kelenjar tiroid yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh manusia dan akhirnya akan membentuk tumor. Kelenjar tiroid mengatur metabolisme melalui hormon triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Bila terdapat masalah di sistem ini, maka metabolisme tubuh juga akan terganggu dan menyebabkan masalah besar bagi kesehatan manusia.

Baca juga : RSU Bunda Jakarta Mendukung Komunitas CISC untuk Penderita Kanker Prostat

7 Gejala Kanker Tiroid untuk Identifikasi Awal

Salah satu cara mengenali kankernya adalah dengan melakukan identifikasi awal di unit medis profesional seperti RSM Oncology. Terdapat 7 gejala yang dapat Anda gunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasikan tiroid, yakni:

  1. Benjolan di Leher

Gejala berbentuk biasanya cenderung wajar, karena dari orang yang benjol 5% yang kemungkinan besar mengalami kankernya. Benjolan ini juga tidak terasa sakit.

  1. Suara Menjadi Serak

Suara serak juga bisa menjadi salah satu indikator, terlebih apabila sudah lebih dari 3 minggu tanpa mengalami tanda membaik.

  1. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan apabila tidak kunjung sembuh, terlebih berkembang menjadi sulit untuk makan, baiknya segera diperiksakan karena sudah termasuk tanda adanya kanker tiroid.

  1. Sakit Leher

Jika leher Anda mengalami sakit berkepanjangan, segera periksakan dengan menyeluruh.

  1. Kesulitan Menelan

Tiroidnya berperan dalam meningkatkan laju metabolisme tanah dengan mensekresikan hormon. Apabila hormon tidak diaplikasikan, maka metabolismenya jadi terhambat, begitu juga dengan kemampuan menelannya.

  1. Kesulitan bernafas

Sesak nafas adalah kondisi yang biasanya muncul karena obesitas, aktivitas olahraga, dan sebagainya. Jika Anda tidak sedang menjalani kondisi-kondisi tersebut namun merasa sesak, ada baiknya segera memeriksakan diri.

  1. Batuk Tanpa Flu

Batuk identik dengan flu atau demam, batuk tanpa flu menjadi petunjuk besar bahwa ada masalah pada saluran pernafasan atau leher.

Penyebab Terjadinya Kanker Tiroid yang Harus Diketahui

Ada banyak sekali dugaan mengenai penyebab mengapa sel kanker ini bisa muncul, salah satu dugaan terkuat adalah selnya mengalami mutasi, sehingga pertumbuhannya lebih cepat daripada sel sekitarnya. Berikut adalah sejumlah faktor risikonya:

  • Memiliki riwayat paparan radiasi merupakan salah satu faktor risiko pertama. Radiasi adalah salah satu sumber bagaimana sebuah sel akhirnya berkembang serta bermutasi menjadi bentuk baru.
  • Keluarga memiliki riwayat penyakit kanker tiroid. Sama seperti jenis kanker lainnya, cenderung secara genetik memiliki potensi untuk mengalami hal yang sama sehingga apabila keluarga memilikinya, Anda perlu segera perhatikan kesehatan.
  • Ada kelainan genetik tertentu seperti sindrom cowden, ditandai oleh tumor jinak, kulit berlebih, dan ukuran benjolan yang cukup besar, dapat menjadi salah satu faktor risiko bagaimana sebuah sel akhirnya bermutasi serta membentuk tumor yang berbahaya bagi tubuh.
  • Wanita lebih rentan terhadap kanker tiroid.
  • Memiliki kondisi medis tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab berkembangnya sel kanker tumbuh secara tidak wajar. Beberapa kondisi tersebut seperti obesitas dan akromegali.

Pengobatan yang Sering Dilakukan

Kanker merupakan salah satu hal yang harus segera ditangani, karena apabila tidak, bisa menyebar ke sel-sel di sekitarnya. Ada beberapa langkah pengobatan yang dilakukan dokter sesuai dengan tingkat atau stadiumnya, beberapa di antaranya adalah:

  1. Operasi Tiroidektomi

Operasi ini pada dasarnya adalah mengangkat kelenjar tiroidnya, bisa mengangkat sebagian atau mengangkat keseluruhan, bergantung tingkat keparahan yang dialami oleh kelenjarnya. Dokter akan mempertimbangkan bagaimana cara perawatan terbaik untuk pasien ketika berkaitan dengan operasi, dan salah satu hal yang harus dilakukan sebelumnya adalah pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat apakah sel kankernya juga sudah menyebar ke berbagai organ tubuh atau tidak.

  1. Terapi Pengganti Hormon

Terapi hormon adalah pemberian hormon tiroid secara rutin. Fungsi tiroidnya sudah tidak ada lagi, karena sudah dilepas secara total. Dengan terapi ini, Anda harus mengkonsumsi hormonnya seumur hidup, agar fungsi-fungsi tubuh bisa berjalan optimal. Selain mengonsumsi hormon secara rutin harus juga memeriksakan kondisi darahnya, hal ini untuk mengetahui apakah terjadi keseimbangan kandungan dalam darah. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengatur seberapa besar dosis pemberian hormonnya.

Baca juga : Gejala Kanker Kolorektal (Usus Besar: Kolon dan Rektum)

Kanker tiroid merupakan salah satu yang harus dilawan segera sebelum menjadi lebih parah. Reservasikan pemeriksaan diri Anda ke RSM Oncology di RSU Bunda Jakarta sebagai tindak preventatif. Anda dapat mengetahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar untuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan Anda. Laman informasi kami juga menyediakan layanan-layanan kesehatan lainnya untuk keluhan-keluhan kesehatan lainnya.

 


peresmian-oncology2.jpg
08/Mar/2022

RSU Bunda Jakarta memberi dukungan penderita kanker prostat untuk dapat sembuh melalui kerjasama dengan Center Information & Support Center Association (CISC). Kanker prostat merupakan momok bagi kaum pria, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut. Selain dari terapi pengobatan, pasien juga perlu mendapat dukungan untuk lebih semangat sembuh.

Perlakuan istimewa terhadap pasien kanker dimulai sejak tahap skrining hingga pasca pengobatan. Pasien harus tetap mendapat perhatian untuk memantau perkembangan kesehatan serta tingkat pemulihan fisik maupun psikologis.

Baca juga : Gejala Kanker Kolorektal (Usus Besar: Kolon dan Rektum)

Mengenai Komunitas CISC dan RS Bunda Group

CISC telah berdiri sejak tahun 2003 di Jakarta, dan merupakan organisasi nirlaba. Saat ini CISC telah memiliki 10 cabang di berbagai kota besar di Indonesia. CISC mudah dijangkau bagi yang tinggal di luar Jakarta dengan mengunjungi kantor cabang yang ada, yakni Yogyakarta, Semarang, Padang, Manado, Batam, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Visi dari organisasi ini adalah memberi dukungan dan informasi kepada semua masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari dukungan psikososial, meningkatkan kesadaran deteksi dini, serta akses informasi pengobatan kanker prostat yang memadai.

RSU Bunda Jakarta menyediakan perawatan kesehatan berstandar tinggi untuk membantu penanganan berbagai macam penyakit salah satunya kanker prostat. Salah satu upaya RSU Bunda Jakarta untuk membantu pasien kanker prostat adalah melalui RSM (Rizal Sini Memorial) Oncology yang menjadi pusat pelayanan khusus kanker. Didukung teknologi cangguh dan tenaga medis profesional, RSM menyediakan layanan deteksi dini kanker, prosedur bedah, serta kemoterapi.

RSU Bunda Jakarta menjalin hubungan kerjasama dengan komunitas CISC demi memberikan layanan komprehensif dan terintegrasi. RSU Bunda Jakarta juga menjadi wadah para survivor serta pejuang kanker untuk mendapatkan informasi terkait masalah kesehatan.

Kanker Prostat

Kanker yang hanya dialami oleh pria, dan berkembang pada kelenjar prostat. Perkembangannya secara perlahan, jarang disadari namun sebetulnya cukup agresif. Kanker ini umum dialami sejak usia 65 tahun ke atas. Prostat merupakan kelenjar yang ada di dasar kandung kemih pria. Ukurannya kecil, sebagai penghasil semen atau cairan yang keluar saat terjadi ejakulasi bersamaan dengan sperma.

Penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Namun, penyebab terjadinya mutasi itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Berikut adalah faktor-faktor penyebabnya kanker prostat.

  1. Penyebab Kanker Prostat

Penyebab utamanya adalah perubahan materi genetik sel-sel kelenjar prostat. Kemudian sel-sel tersebut tumbuh dan berkembang secara abnormal. Perubahan materi genetik tersebut didukung oleh beberapa kondisi berikut ini.

Pertambahan usia

Semakin bertambah usia seorang pria, kemampuan pertahanan tubuh mulai menurun. Saat terjadi perubahan atau mutasi sel, tubuh sulit memberikan perlawanan sehingga muncul sel-sel abnormal tersebut.

Masalah berat badan

Penderita obesitas cukup rentan mengalami gejala kelainan pada kelenjar prostat. Usia yang tidak lagi muda metabolisme tubuh mulai menurun, kalori tidak maksimal digunakan. Akibatnya muncul berbagai faktor penyebab penyakit.

Pola makan tidak seimbang

Pola makan kurang seimbang berkaitan dengan masalah berat badan dan kecukupan nutrisi. Untuk mencegah masalah kesehatan terutama kanker Anda harus mencukupinya dengan bahan makanan mengandung antioksidan dan likopen.

Terpapar bahan kimia

Bahan kimia yang bersifat karsinogenik sangat berbahaya, baik dari makanan atau bahan non-konsumsi.

PMS

PMS atau penyakit menular seksual menjadi pemicu adanya pertumbuhan abnormal sel-sel yang berkaitan dengan organ reproduksi maupun kelenjar prostat. Hindari perilaku berisiko penularan PMS sebisa mungkin.

Riwayat Genetik

Riwayat keturunan paling besar risikonya terhadap kemungkinan seseorang menderita kanker. Lakukan skrining di laboratorium atau rumah sakit apabila terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut.

  1. Gejala Kanker Prostat

Pada stadium awal tidak akan timbul keluhan. Gejala akan muncul setelah masuk stadium lanjut karena ukuran makin membesar dan ditandai dengan sulit buang air kecil, atau buang air kecil tidak lancar.

RSM Oncology untuk Penanganan Kanker Prostat

RSM Oncology tersedia di RSU Bunda Jakarta. Unit ini menyediakan fasilitas lengkap untuk pasien kanker. RSM Oncology menyediakan pengobatan lebih maksimal karena tidak hanya menerapkan prinsip pengobatan medis, namun juga dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan terhadap pasien. Tujuannya untuk memberikan pendampingan serta dukungan agar pasien termotivasi untuk bertahan dan melawan kanker.

RSM Oncology memberikan pelayanan untuk kebutuhan deteksi dini, pembedahan (surgical oncology) dan pasca bedah. Kondisi pasien dipantau hingga sel-sel kanker benar-benar hilang dari tubuh pasien. Bedah onkologi RSM Oncology memiliki metode modern yang digunakan pada pengobatan khusus kanker. Pembedahan dilakukan berdasarkan pada aspek dasar onkologi, karakteristik tumor, sifat biologi serta aplikasi modalitas.

Aplikasi modalitas yang dimaksud adalah radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi imun, dan sebagainya. Diaplikasikan sesuai stadium penyakit serta kondisi pasien. Semua diberikan dalam bentuk terapi pribadi kepada pasien.

Baca juga : Waspada! Berikut 8 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

Anda dapat mengetahui lebih lanjut mengenai RSM Oncology dengan langsung berkonsultasi di RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 


Gejala-Kanker-Kolorektal-Usus-Besar-Kolon-dan-Rektum.jpg
01/Mar/2022

Kanker kolorektal sangat umum terjadi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari rentang usia mudah hingga tua. Risiko semakin tinggi untuk orang dengan usia mulai dari 50 tahun. Berdasarkan data Globocan (Data dari Global Burden of Cancer) tahun 2018, kanker kolorektal menempati peringkat keenam di Indonesia dan menyebabkan kematian cukup tinggi, yakni 9.207 kematian akibat kanker usus dan 6.827 kematian akibat kanker rektum.

Artinya banyak orang yang sebetulnya mengidap penyakit ini. Siapa saja bisa mengalami, sehingga penting untuk mengetahui karakteristik serta gejalanya.

Baca juga : Waspada! Berikut 8 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

Apa Itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal adalah penyakit kanker akibat pertumbuhan dan perkembangan sel-sel abnormal yang terjadi di area colon dan rectum. Baik di area kolon (usus besar) saja, menyebar ke rektum, atau sebaliknya.

Rektum adalah penyimpanan feses sebelum dibuang, sedangkan kolon adalah bagian paling panjang dari usus besar. Perubahan yang terjadi pada salah satu atau keduanya bisa jadi gejala kanker kolorektal, dibedakan dalam beberapa jenis:

  • Adenokarsinoma, menyerang sel penghasil lendir pada anus dan kolon.
  • Tumor karsinoid, menyerang bagian yang memproduksi hormon.
  • Tumor stroma gastrointestinal, menyerang jaringan dinding kolon.
  • Limfoma, menyerang kelenjar getah bening.
  • Sarkoma, menyerang pembuluh darah, jaringan otot serta jaringan ikat.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai Sebagai Gejala

Tanda atau gejala kanker kolorektal di awal kemunculannya (stadium awal) tidak signifikan. Gejala tidak memunculkan gangguan berarti pada penderita dan menyebabkan seringnya penyakit ini tidak terdeteksi. Oleh karena itu, banyak penderita yang merasakan gejala setelah memasuki stadium lanjut. Gejala setiap penderita bisa berbeda, tergantung dimana lokasi kanker karena kanker pada kolon dan rektum akan menunjukkan keluhan masing-masing.

  1. Diare atau Sembelit

Bisa salah satu atau keduanya secara bergantian. Gejala kanker kolorektal ini bisa terjadi terus-menerus pada penderita. Akibat jangka pendeknya adalah kekurangan cairan sebab terlalu sering buang air.

  1. Perdarahan Anus

Jika Anda menemukan terdapat darah pada feses, bisa jadi berasal dari anus. Kondisi ini merupakan indikasi kuat adanya gangguan kesehatan pada colon dan rectum.

  1. Nyeri Perut

Perut terasa nyeri dalam intensitas sering serta rasa sakit yang terasa seperti ditusuk dengan jarum. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja menandakan aktivitas perkembangan sel yang agresif.

  1. Mudah Kenyang

Perut seolah selalu dalam keadaan penuh seperti sehabis makan besar. Pasien akan merasa lebih cepat kenyang padahal baru makan sedikit atau hanya minum saja.

  1. Lemah

Gejala kanker kolorektal satu ini cukup umum pada penderita. Sebab sel abnormal yang terus berkembang menggunakan energi dalam tubuh dalam aktivitasnya sSehingga habis sebelum digunakan untuk pergerakan pasien.

  1. Berat Badan Turun Secara Signifikan

Berat badan turun dalam waktu singkat dan tidak wajar. Gejala ini paling sering juga ditemui pada penderita kanker lain yang menandakan penyakit sudah semakin parah.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Penyebab penyakit belum terdeteksi dengan jelas. Hanya dapat diketahui dari perubahan materi genetik atau mutasi sel. Perubahan tersebut terjadi pada sel-sel yang awalnya dalam kondisi sehat.

Pada sel normal terjadi pembelahan saat proses memperbanyak diri, namun pada sel abnormal proses ini terjadi akibat adanya mutasi. Pertambahan sel terus terjadi dan menumpuk, sehingga semakin membesar menjadi tumor.

Beberapa Jenis Pilihan Penanganannya

Gejala kanker kolorektal harus diwaspadai dengan segera melakukan tindakan medis mulai dari pemeriksaan di laboratorium atau rumah sakit.

  1. Operasi Kanker Berukuran Kecil

Disebut juga dengan polipektomi atau pengangkatan polip. Dilakukan saat ukuran polip atau benjolan yang merupakan sel kanker masih kecil. Pengangkatan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan menggunakan kamera (kolonoskopi).

  1. Operasi Kanker Berukuran Besar

Dilakukan pembedahan untuk mengangkat kolon yang terdapat sel kanker disebut dengan lobektomi parsial. Bagian yang sehat kemudian akan disambung kembali. Alternatifnya adalah kolostomi, yaitu melubangi perut untuk jalan keluar feses.

  1. Terapi

Dilakukan setelah dilakukan operasi baik kecil maupun besar. Tujuannya untuk memantau perkembangan sel abnormal guna memastikannya sudah mati sekaligus memulihkan kondisi pasien.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu terapi yang digunakan setelah operasi. Caranya dengan memberikan obat yang berfungsi menghancurkan sel-sel abnormal. Metode pemberian obat yang umum diaplikasikan adalah metode injeksi atau melalui infus.

Radioterapi

Menggunakan radiasi sinar X dan elektron positif untuk melemahkan sel abnormal pada usus besar sebelum dilakukan pengangkatan, namun sering juga diterapkan pasca operasi bersamaan dengan prosedur kemoterapi.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah terapi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien sehingga mampu melawan perkembangan sel-sel abnormal dari dalam. Dilakukan dengan pemberian obat-obatan serta vitamin.

Baca juga : RSM Oncology untuk Penyintas Kanker

Pengobatan dimulai dari skrining kanker untuk mendeteksi gejala awal yang mungkin tidak Anda rasakan. Untuk mendapatkan layanan tersebut, Anda bisa reservasi terlebih dahulu di RSM Oncology RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

 



btTextCenter  btSimpleHoverType

Every Step With BUNDA




btTextCenter  btSimpleHoverType

Every Step With BUNDA





bmhs1973      bmhs1973      bmhs1973

Call Centre : 1-500-799

24/7 EMERGENCY NUMBER

Call us now if you are in a medical emergency need, we will reply swiftly and provide you with a medical aid.




Copyright by BMHS 2020. All rights reserved.



Copyright by BMHS 2020. All rights reserved.